Empat Tempat Makan Alternatif di Jakarta
Bakso Keju Pati Unus
Lokasi tepatnya di Jalan Pati Unus No 9, di depan lapangan tenis dekat ke Jalan Pakubuwono yang sejak dulu memang dikenal sebagai daerah tongkrongan anak muda. Untuk mencapai tempat ini mesti masuk dari arah Bulungan karena jalan ini satu arah. Tempat makan ini sudah ada sejak 3 tahun lalu dengan nama Teras A Go Go, yang khusus menawarkan aneka steak. Saat itu sudah ada outlet distro, tempat konsultan anak, restoran Teras A Go Go, toko Harley-Davidson dan aksesorinya, serta beberapa butik. Namun kian ramai saja sejak dibukanya warung Bakso Atom-Bakso Sehat, atau populer disebut Bakso Keju, pada pertengahan 2006.
Outlet bakso yang terletak di depan ini sekarang menjadi trademark tempat makan ini. Menurut Wirawendara, salah satu pemilik, yang paling favorit adalah Bakso Keju dan Bakso Sum-sum, yaitu bakso yang diisi keju dan sumsum sapi. Jenis baksonya dijamin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Bakso yang buka pukul 10 pagi ini, juga menjual bubur ayam cabang Bubur Ayam Tanjung mulai pukul 6-9 pagi. Pembeli meracik sendiri bumbu yang dia ingini, di tempat bumbu yang disediakan. Harganya per bakso mulai Rp5.500.
Sejak ada outlet bakso, bermunculan pula warung-warung lain di sepanjang sisi lahan ini. Kian beragam pula jenis makanan yang ditawarkan. Teras A Go Go sendiri menambah menunya dengan makanan Jepang, aneka makanan ayam bakar (saus paniki, saus rica, saus madu), dan makanan Jakarta seperti tongseng, soto Betawi, dan soto ayam.
Lantas ada pula Soerabi Menthok yang menjual serabi-roti/pisang bakar-oncom bakar. Kebuli Sahara yang menjual aneka nasi kebuli dari ayam dan sapi selain kambing serta roti cane dan aneka makanan Timur Tengah lainnya. Ada Bubur Ayam Oriental, dan warung Nasi Uduk Khas Betawi M’Nyaa. Makanan Barat-nya pun ada seperti warung sandwich.
Selain bakso, yang juga banyak penggemarnya adalah warung Spesial Sambal atau SS, yang menyajikan 16 jenis sambal antara lain sambal tempe, sambal teri, sambal belut, dan sambal tahu. Menu yang ditawarkan adalah menu makanan tradisional yang jarang ada seperti ikan wader, plecing kangkung, trancam, nila goreng.
Kalau dulu, tempat makan ini hanya ada di lahan teras, kini meluas hingga memenuhi lahan. Meja kursinya beraneka bentuk. Dari bangku warung yang panjang, meja berpayung di lahan tengah, sampai kursi meja etnik di teras A Go Go. Di manapun Anda duduk, suasana open air sangat terasa. Meski ada beberapa yang sudah buka sejak pukul 10 pagi, namun kalau mau melihat lengkap semua outlet makanan, datanglah siang sekitar pukul 2. Tempat ini buka sampai pukul 11 malam, dan pada Jumat-Sabtu bisa sampai pukul 1 malam.
Sandwich Bakar Pasanggrahan
Dari penjual kaki lima, Sandwich Bakar ini akhirnya bisa menempati satu lahan ruko berlantai 2. Penggemarnya berdatangan bukan hanya dari daerah Pasanggrahan atau Puri, Jakarta Barat, juga dari Jakarta Selatan, bahkan dari Bodetabek (Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi). Selain karena pemberitaan sejumlah media, juga karena promosi dari kuping ke kuping.
Menurut Amelia, Manajer Operasional, menu yang ditawarkan tempat ini sebenarnya adalah menu rumahan Yuyung, si pemilik. Sandwich bakar, misalnya, tak beda dengan roti bakar yang disajikan istri Yuyung, dengan isi lebih variatif mulai dari korned salad, tuna salad, smoked fish marlin salad, smoked beef salad, sampai menu favorit beef lada hitam. Begitu juga dengan menu lain, seperti Ronde Kacang Campur, merupakan menu kesukaan Yuyung di rumah.
Kalaupun ada menu lain seperti mushroom soup, zuppa soup, jacket potatoe with boloignaise sauce, itu karena si pemilik memang suka makan dan menyukai berbagai jenis makanan. “Jadi sebenarnya ini selera pribadi Pak Yuyung. Dia ingin membagi kegemarannya akan makanan kepada orang lain,” jelas Amelia. “Hanya saja untuk mencari nama yang mudah diingat dan unik, akhirnya kami ambil Sandwich Bakar, selain karena jenis makanan ini yang pertama kami jual,” tambah Yadien, kepala koki.
Ketika dibuka pertama kali tahun 2004, di depan ruko yang sekarang, hanya berupa tenda dengan 6 meja berisi 4 kursi. Lama kelamaan, menunya bertambah seiring semakin bertambahnya pembeli. Tahun 2005 mejanya bertambah jadi 12 buah. Sampai akhirnya pemilik ruko yang terasnya dipakai, menawarkan Yuyung untuk memakai rukonya. Kini, di ruko 2 lantai ada sekitar 52 kursi, dengan berbagai suasana. Di teras lantai 1, meja-meja disusun berdekatan dengan open kitchen. Di dalam berpendingin udara, dan di lantai 2 open air dengan pemandangan ke arah Jl. Pesanggrahan.
Lantai 2 yang berkapasitas 100 orang, sering dipesan untuk pesta pribadi. “Kami menerima pesanan dengan minimal 50 orang, harga paketnya mulai Rp50.000 per orang, menunya bebas sesuai yang ada di daftar menu,” jelas Amelia.
Sandwich-nya sendiri terdiri dari 3 ukuran small, medium, dan large, sesuai pesanan, dengan harga berkisar Rp8.000-Rp15.000 (S), Rp15.000-Rp28.000 (M), dan Rp30.000-Rp56.000 (L). Biasanya menu medium atau large merupakan menu share, atau bisa dibagi 2-4 orang. Disantap dengan minuman dingin seperti smoothies dan jus, atau minuman hangat seperti aneka jenis kopi dan teh.
Tempat ini buka mulai pukul 2 siang hingga last order pukul 10 malam, pada Jumat-Sabtu buka hingga jam 1 pagi. Di akhir pekan, sebaiknya Anda reserved tempat karena biasanya penuh pengunjung.
Bebek Goreng Yogi
Ke tempat makan ini, jangan cari suasana makan layaknya cafe atau restoran. Diakui si pemiliknya, Yogi Tjahyono, 29, ia membuat tempat makan bergaya kampung dan akan dipertahankan terus karena merasa berjasa pada kelas pengendara motor, konsumen setianya dari awal. Meja dan kursinya sederhana, pembeli mengambil sendiri makanan, mulai dari piring makan, nasi, lalapan, sampai berbagai jenis bebek yang diletakkan bertumpuk di beberapa wadah metal, kemudian bayar di kasir.
Meski begitu, yang datang banyak juga yang berkelas mobil. Datang saja pada jam makan siang sekitar pukul 12-2 siang, Anda akan berdiri dalam antrean panjang. Bahkan pernah saya ke sana pada sabtu malam, pukul 7 malam, semua bebeknya ludes habis kecuali jenis bebek goreng.
Pada jam makan siang, pembelinya berbusana kantor rapi. Antrean parkir mobil panjangnya hingga berpuluh meter karena memang tidak ada parkir khusus. Jadi yang datang bukan cari tempat nongkrong melainkan memang ingin mencicipi makanannya.
Sesuai namanya, yang disajikan di warung yang buka pertama kali Januari 2006 ini memang beraneka jenis bebek, yang disantap bersama nasi putih biasa atau nasi uduk. Ada pula menu tambahan seperti tahu, tempe, dan ati ampela bebek. Kalau di tempat lain, bebek hanya diolah dalam 2 cara, digoreng atau dibakar, di sini cukup kreatif karena ada bebek yang dimasak cabai hijau, dibumbu rica, dan dibumbu lada hitam.
Selain empuk, setiap masakan bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Itulah yang disukai banyak orang sehingga tak segan merogoh kocek untuk harga bebek goreng Rp12.000 per potong, dan jenis yang lain Rp13.500 per potong. Plus nasi seharga Rp3.000-Rp4.000, dan minuman.
“Saya memang suka masak. Dua tahun saya riset mencari cara memasak bebek yang empuk dan bumbunya meresap. Saya sampai ke Surabaya mencicipi masakan bebek di sana. Restoran bebek di Jakarta pun sudah saya datangi semua. Akhirnya menemukan sendiri cara yang tepat. Saya memang mau konsentrasi membuat makanan all from bebek,” jelas Yogi, yang akhirnya melepaskan pekerjaannya sebagai produser di sebuah stasiun televisi per 1 Maret 2007 untuk konsentrasi mengurus bisnisnya ini bersama sang istri, Tri Korianny.
Martabak Unyil Fatmawati
Bila Anda suka martabak, ada jenis yang disebut martabak unyil. Ukurannya lebih kecil dari martabak biasa. Bentuknya bulat, dengan diameter 12 cm. Isinya bermacam-macam, dari jenis yang standar coklat-keju-kacang, sampai yang kreatif seperti isi durian, nangka, pisang, kismis, jagung manis. Bila melintas di Jl. Fatmawati, maka di perapatan ke arah Jl. Cipete dekat lampu merah ada plang besar bertuliskan Martabak Unyil Durian Fatmawati.
Tempat ini favorit didatangi bukan hanya karena isi martabaknya beragam, juga ada meja kursi untuk makan di tempat, bahkan ada ruang berAC-nya. Sungguh berbeda dengan penjual martabak lain yang hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang.
Kelebihan lainnya, Anda bisa memilih jenis mentega/margarin-nya, bisa Blue Band, Meadow Lea yang non kolesterol, atau Wisman yang enak. Harganya mulai Rp9.500-Rp15.500. Dan Rp14.500-Rp19.500 untuk isi durian, dengan tambahan biaya Rp2.000 bila mau ditambahkan topping keju, nangka, jagung atau kismis.
Selain martabak, restoran ini juga menyajikan chinese food, bakso gebuk, tahu Yun Yi, juga makanan Indonesia seperti Ayam Goreng Pemuda Surabaya, Soto Betawi. Jadi, mau makanan ringan atau berat, ada.
TEKS: ERIKA PAULA/MAJALAH CHIC
FOTO: YULIANTO – CHIC
Alamat Tempat Jajan:
Bakso Keju Pati Unus
Jalan Pati Unus No 9, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Sandwich Bakar
Jalan Pasanggarahan Raya No 168
Jakarta Barat
Tlp. 021 582 0270/7077 8387
Bebek Goreng Yogi
Jalan Panjang Arteri Kelapa Dua No. 4
Jakarta Barat
Telp. 021 532 5462/0815 8679 6868 (delivery)
Martabak Unyil Fatmawati
Jalan Cipete Raya No. 2A
Jakarta Selatan
Telp. 021 769 8479
